0
 
Raya Haba-Nama Menteri Sekretaris Negara Pratikno dicatut dalam aksi penipuan. Modusnya menawarkan jabatan, baik di berbagai lembaga pemerintah maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Kementerian Sekretaris Negara, Bey Machmudin mengatakan, aksi penipuan tersebut telah terjadi baru-baru ini. "Nomor telepon pelaku dilacak dan sudah ditangkap. Saat ini sedang dalam pengembangan dan penyidikan Polda Metro Jaya," kata Bey, Selasa (8/3).

Bey menegaskan, Menteri Sekretaris Negara dan seluruh jajarannya tidak pernah menawarkan jabatan atau penawaran apapun di luar ketentuan perundang-undangan. Masyarakat diminta berhati-hati dan selalu melakukan pengecekan ulang bila mengetahui ada tawaran jabatan, apalagi yang menuntut pemberian imbalan.

Terbongkarnya kasus penipuan mengatasnamakan Pratikno tersebut berawal dari masuknya laporan ke Sekretariat Negara. "Motifnya, pelaku mengirimkan SMS kepada calon korban. Kurang lebihnya (isinya): hubungi saya, Pratikno," katanya.

Saat ini, aparat penegak hukum sudah menangani kasus penipuan tersebut. Masyarakat dihimbau untuk melaporkan kepada yang berwajib apabila mengetahui ada tindak kejahatan penipuan tersebut di atas.

Selain itu, ‎upaya pencatutan nama dan penipuan juga terjadi dengan mengatasnamakan Staf Khusus Presiden. Hingga saat ini, Presiden hanya mempunyai empat orang Staf Khusus yakni: Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit, Lenis Kogoya, dan Johan Budi.

"Jika ada oknum yang mengaku-ngaku sebagai Staf Khusus Presiden selain empat pejabat tersebut, kami mohon bantuan masyarakat untuk melaporkannya kepada pihak berwajib."

Post a Comment

 
Top